Menu Close

PAHAMI dan WASPADA Penularan COVID19 melalui Droplet dan Airbone

desain tentang imbauan untuk tetap waspada penulran covid19 melalui udara dan droplet. Dengan memahami perbedaan keduanya kita bisa tetap disiplin jalankan protokol kesehatan


Saat ini banyak negara menerapkan new normal. Tak terkecuali Indonesia. New Normal atau kebiasaan baru ditandai dengan aktivitas perkantoran, pusat perbelanjaan bahkan sekolah mulai dijalankan kembali

Meskipun sudah menerapkan new normal atau kebiasaan baru, bukan berarti pandemi telah usai. Peningkatan kasus baru terus terjadi. Maka sangat penting untuk tetap disiplin patuhi protokol kesehatan

Adanya kenaikan kasus positif COVID-19 ini tentu saja sangat mengkhawatirkan. Terutama dengan aktifnya kembali kegiatan sekolah walaupun hanya beberapa hari

Dalam keseharian, masih banyak masyarakat yang tak peduli dengan orang lain dan menganggap new normal berarti telah bebas dari pandemi. Mereka berkaktivitas tanpa masker dan tanpa terapkan physical distancing

Penting untuk dipahami, istilah kebiasaan baru adalah menjalani aktivitas dengan terapkan protokol kesehatan

Apa itu protokol kesehatan? Gunakan Masker, jaga jarak (physical distancing) dan cuci tangan sekalipun di dalam ruangan

Bahkan protokol kesehatan ini akan diperbaiki khusus untuk ruang kerja terttutup dan ruang ber-AC. Hal ini dipicu oleh adanya temuan baru mengenai pola penyebaran virus covid19 melalui udara atau airbone

Belum lama ini WHO mengakui bahwa virus corona dapat menyebar melalui partikel-partikel kecil yang melayang di udara.
Sebelumnya, penularan virus corona terjadi melalui percikan air ludah (droplet) orang yang terinfeksi Covid-19

Apa bedanya penularan melalui partikel udara ini dengan drophlet?

Apakah akan ada protokol kesehatan terbaru?

Sebelum kita bahas lebih lanjut, kita pelajari dulu yuks bedanya penularan melalui drophlet dan airbone

Penularan COVID19

Droplet adalah cairan liur yang keluar lewat mulut atau hidung ketika berbicara, batuk, bersin, bahkan bernyanyi. Artinya virus berada di dalam tetesan yang karena gravitasi bumi tetesannya jatuh ke bawah.

Ukuran droplet cukup besar, sehingga ia akan segera jatuh ke tanah atau permukaan benda ketika terlontar dari mulut atau hidung. tetesan ini biasanya tidak dapat terlontar jauh lebih dari 1,5 meter

Droplets masih membutuhkan cairan tubuh manusia untuk bertahan dan menularkan. 

Airborne adalah transmisi yang menghantarkan aerosol atau droplet (tetesan liur) yang berukuran sangat kecil. Aerosol juga dikenal dengan droplet mikro. Aerosol adalah tetesan pernapasan yang sangat kecil sehingga dapat melayang di udara. Dan airborne adalah penularan via aerosol dalam jarak jauh

WHO mendefiniskan penularan virus corona melalui udara sebagai penyebaran agen penular yang disebabkan oleh penyebaran aerosol yang melayang di udara dalam jarak dan waktu yang lama.

Teori menunjukkan bahwa sejumlah droplet pernapasan dapat menghasilkan aeorosol. Droplet merupakan buliran dengan ukuran partikel lebih dari 5 mikrometer. Sedangkan aerosol ukurannya lebih kecil lagi yakni kurang dari 5 mikrometer.

Ukurannya kurang dari 5 mikrometer. Sementara droplet biasanya berukuran lebih besar dari 5 mikrometer. Karena kecil dan ringan, aerosol yang membawa virus corona SARS-CoV-2 bisa bertahan melayang di udara selama beberapa jam. Selain itu, aerosol ini juga bisa melayang cukup jauh

Dengan adanya temuan ini, walau masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, kehati-hatian sangat dibutuhkan

Untuk itu, harus ada pengaturan ulang protokol kesehatan di lokasi padat, ruang tertutup, dan berventilasi buruk

Risiko lebih besar di dalam ruangan

Mengutip The Conversation, risiko penularan makin tinggi pada ruangan yang padat orang dan berventilasi buruk. 

Ruangan yang tertutup dan memiliki sirkulasi sedikit, terutama ruang sempit dapat meningkatkan risiko persebaran virus. Virus akan mudah menyebar jika ruangan tertutup tersebut selalu menghidupkan AC

Di ruang tertutup dengan sirkulasi minim berisiko besar menyebarkan virus, terlebih ruang sempit dan AC hidup terus. Karenanya, diusahakan jendela-jendela dibuka sehingga ada pergantian udara, tidak hanya muter terus udaranya

Para ahli menyarankan untuk membuka pintu dan jendela, memperbarui filter AC, dan perbanyak sirkulasi udara luar

Oleh karena itu, ventilasi yang baik di ruang publik (misalnya transportasi umum) sangat penting untuk memperlambat penyebaran coronavirus

Hasil penelitian ini pun telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah The Lancet Respiratory Medicine pada Kamis 28 Mei 2020



Selain itu para pakar kesehatan Indonesia menyarankan untuk menjaga adanya ventilasi alami yang cukup dalam suatu ruangan demi menekan penularan

Beraktivitas di luar ruangan disebut lebih aman ketimbang dalam ruangan yang padat. Namun, disarankan tetap menggunakan masker dan jaga jarak

Dengan memahami perkembangan terbaru ini, kita tetap WASPADA dan harus makin disiplin menerapkan protokol kesehatan

Bagi yang sudah masuk kantor, ingat, tetap gunakan masker ya dan tetap jaga jarak. Pastikan juga sirkulasi udara di dalam ruangan berjalan baik

Perlu bantuan? Chat WA