Menu Close

TELITI SAAT BELI ADALAH KUNCI MAKANAN KALENG SEHAT DAN AMAN DIKONSUMSI

Desain tentang makanan kaleng dengan judul Teliti saat beli adalah kunci makanan kaleng sehat dan aman dikonsumsi

Tak semua orang memiliki keahlian memasak. Terkadang yang biasa masak pun memilih beli makanan jadi

Tak semua orang pula memiliki waktu senggang untuk memasak. Tak jarang, faktor kesibukan membuat waktu menyiapkan makanan menjadi terbatas

Selain membeli makanan jadi, ada kalanya pilihan jatuh pada makanan kaleng atau makanan kemasan. Memasak pun jadi lebih singkat dan praktis. Terutama cocok untuk yang sibuk di pagi hari

Makanan  kaleng banyak jadi pilihan masyarakat perkotaan. Kesibukan menjadi faktor utama. Memilih mengonsumsi makanan kalengan atau makanan cepat saji disebabkan alasan praktis

Lantas, apakah makanan kaleng sehat?

Bila dibanding sumber bahan makanan segar tentunya jauh lebih sehat bila mengolah makanan segar tetapi makanan kaleng pun juga aman untuk dikonsumsi

Makanan kaleng termasuk kategori makanan kemasan dan bisa dikatakan cukup menyehatkan karena proses pengalengannya sangat diperhatikan dengan baik. Makanan yang dikalengkan akan dipanaskan untuk membunuh bakteri berbahaya dan mencegah pembusukan

Mesipun demikian, alangkah baiknya kita tetap teliti saat memilih makanan kaleng

Berikut tips memilih makanan kaleng sehat dan aman

Perhatikan TANGGAL KADAULUARSA

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengecek tanggal kadaluarsanya. Pastikan untuk membeli produk kalengan yang masih memiliki waktu kadaluarsa cukup lama sehingga terjamin kualitasnya dari pada membeli produk kalengan yang sebentar lagi sudah akan habis masa kadaluarsanya. Tentunya laporkan pada petugas toko atau swalayan apabila kamu menemukan makanan kalengan yang sudah lewat tanggal kadaluarsanya

Perhatikan KANDUNGAN BAHAN

Hindari gula ekstra. Pilihlah buah-buahan yang dikalengkan dalam air atau jus daripada menggunakan sirup. Selain itu, kamu bisa mengeringkan dan membilas makanan kaleng untuk menurunkan kandungan garam dan gula

Layaknya memilih makanan lainnya, penting untuk memerhatikan label dan daftar bahan-bahan yang digunakan pada makanan kaleng. Bila memiliki masalah untuk mengonsumsi makanan yang mengandung garam, kamu bisa memilih makanan kaleng yang mengandung sodium rendah atau tanpa garam

Perhatikan KEMASAN

Selain memerhatikan komposisi atau bahan-bahannya, perhatikan juga wadah yang digunakan. Jangan mengonsumsi makanan dari kaleng yang menggembung, penyok, retak, atau bahkan bocor

Menurut The Canned Food Alliance dan NSF Public Health and Safety Organization, beberapa hal secara fisik yang perlu kita perhatikan dari makanan kaleng adalah:

  1. Kemasan yang berkarat

Makanan kaleng yang berkarat menunjukkan adanya ketidakcocokan atau kontaminan yang bisa dari suhu, cahaya atau kelembaban, selama proses distribusi, penyimpanan atau saat berada di rak penjualan. Hal ini akan meningkatkan risiko masuknya bakteri pada kemasan hingga menyebabkan keracunan.

2. Kemasan yang menggembung

Makanan kaleng yang menggembung menunjukkan adanya reaksi kontaminasi bakteri sehingga kemasan kaleng rusak. Untuk itu selalu cermati seluruh bagian makanan kaleng dan hindari memilih produk kalengan yang menggembung

Perhatikan ISI PRODUK

Pastikan kualitas produk kalengan sebelum dikonsumsi dengan mengecek isi produk, pastikan makanan memiliki tampilan, rasa, tekstur dan bau yang normal

Makanan kaleng sebagai alternatif dan variasi

Makanan kaleng merupakan alternatif yang tepat untuk menyiapkan hidangan dalam waktu yang singkat. Terlebih lagi, bagi orang-orang yang memiliki kesibukan yang padat, menyimpan makanan kaleng menjadi solusi yang tepat dan praktis

Jenis makanan kalengpun kini sudah semakin beragam. Mulai dari aneka buah, ikan, daging, kacang-kacangan, dan lain sebagainya. Masing-masing jenis makanan kaleng siap saji tersebut memiliki cita rasa dan kelezatannya tersendiri

Meski begitu, konsumsi makanan kaleng secara berlebih juga tidak dianjurkan. Penyebabnya sudah pasti makanan kaleng merupakan jenis makanan yang sudah diolah secara khusus kemudian diawetkan dan dikemas dalam kaleng. Tentu saja, makanan yang memiliki pengawet lebih baik dikonsumsi sesekali saja

Makanan kaleng punya kandungan BPA yang cukup signifikan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan

Membatasi jumlah konsumsi makanan kaleng pilihan bijak. Jadikan sebagai variasi atau makan saat sedang sibuk saja. Jangan lupa untuk selalu memerhatikan label komposisi pada makanan kaleng

Teliti sebelum membeli adalah kunci makanan kaleng sehat dan aman dikonsumsi

Perlu bantuan? Chat WA