Uang Muka Kredit Rumah Diperlonggar, Ini Pinta BPKN ke BI

Liputan6.com, Jakarta Bank Indonesia (BI) melakukan relaksasi aturan uang muka (loan to value/LTV) Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) untuk mendorong pertumbuhan kredit perumahan. Kebijakan BI tersebut mulai berlaku efektif per 1 Agustus 2018.

Wakil Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Rolas Sitinjak menyambut baik kebijakan relaksasi yang diterapkan BI. Dengan adanya kebijakan tersebut, masyarakat menengah ke bawah dapat memiliki KPR.

“LTV itu artinya bagaimana masyarakat menengah ke bawah atau kelas bawah bisa mendapatkan rumah makanya ada istilah DP mudah dan DP 0 persen. Ini satu hal yang kita dukung,” kata Rolas saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Senin (30/7/2018).

Meski kebijakan tersebut diakui baik, Rolas menyebut masih ada kekhawatiran dalam pelaksanaannya. Ini mengingat dengan tidak adanya LTV jumlah pengaduan konsumen yang masuk ke BPKN di sektor perumahan sudah cukup banyak. Apalagi ditambah dengan pemberlakuan LTV.

“Tdak ada LTV pun persoalan sudah begini banyak loh. Ini sekitar Jabodetabek yang sudah melapor BPKN udah sekitar 207. Saya yakin belum semua saya yakin ini baru beberapa persen. Bagaimana kalau ada LTV masyarakat ini bisa makin sesat. Beli rumah murah tidak ada kejelasannya pemerintah tidak mengawasi regulasi yang dia buat akan makin keos. Ini himbauan kita,” jelas dia.

Oleh karenanya, dia menekankan[, dalam hal ini harus ada pengawasan ketat yang dilakukan pemerintah terkait kebijakan ]( 2577711 “”)LTV tersebut. Masyarakat juga diminta agar tidak tergiur dengan tawaran perumahan murah.

“LTV sangat kita dukung. Rakyat dapat rumah murah kita dukung akan tetapi tolong diawasi, tolong dijaga. Tidak ada LTV dengan gampang masyarakat dapat rumah pun banyak persoalan apalagi dengan harga murah. Ini kekhawatiran kita ini bukan kita suudzon. Setelah kita mapping, kita analisa berdasarkan pekerjaan selama setahun ini kita harus hati hati khususnya masyarakat harus lebih cerdas,” sebut Rolas.

Dia mengaku menggelar pertemuan dengan BI untuk menyampaikan beberapa kekhawatiran terkait dengan kebijakan LTV. “Minggu depan kita akan ada meeting dengan BI. Kita akan sampaikan kekhawatiran kita itu khususnya mengenai perumahan. Kita bukan bicara cerita, bukan bicara teori, kita bicara data dan fakta yang kita miliki please hati-hati lagi,” dia menandaskan.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com